Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2022 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Bagi Konsil dan Majelis Kehormatan Kedokteran - Coesmana Family
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2022 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Bagi Konsil dan Majelis Kehormatan Kedokteran

Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2022 mengatur tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Bagi Pimpinan dan Anggota Konsil Kedokteran Indonesia dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia.

Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2022 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Nagi Konsil dan Majelis Kehormatan Kedokteran

Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan: 

1. Konsil Kedokteran Indonesia yang selanjutnya disingkat KKI adalah suatu badan otonom, mandiri, non struktural, dan bersifat independen, yang terdiri atas Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi. 

2. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia yang selanjutnya disingkat MKDKI adalah lembaga yang berwenang, untuk menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kcdokteran gigi, dan menetapkan sanksi. 

Pimpinan dan Anggota KKI serta Pimpinan dan Anggota MKDKI diberikan Hak Keuangan dan Fasilitas.

Hak Keuangan bagi Pimpinan dan Anggota KKI serta Pimpinan dan Anggota MKDKI diberikan setiap bulan.

Besaran Hak Keuangan yang diberikan kepada Pimpinan dan Anggota KKI serta Pimpinan dan Anggota MKDKI sebagai berikut:

a. Ketua KKI, sebesar Rp29.378.000,00 (dua puluh sembilan juta tiga ratus tujuh puluh delapan ribu

rupiah);

b. Wakil Ketua KKI, sebesar Rp26.441 .000,00 (dua puluh enam juta empat ratus empat puluh satu ribu rupiah);

c. Ketua Konsil Kedokteran, sebesar Rp27.909.000,00 (dua puluh tujuh juta sembilan ratus sembilan ribu rupiah);

d. Ketua Konsil Kedokteran Gigi, sebesar Rp27.909. 000,00 (dua puluh tujuh juta sembilan ratus sembilan ribu rupiah);

e. Ketua Divisi Konsil Kedokteran, sebesar Rp26.441.000,00 (dua puluh enam iuta empat ratus empat puluh satu ribu rupiah); 

f. Ketua Divisi Konsil Kedokteran Gigi, sebesar Rp26.441.000,00 (dua puluh enam juta empat ratus empat puluh satu ribu rupiah); 

g. Anggota KKI, sebesar Pp26.441.000,00 (dua puluh enam juta empat ratus empat puluh satu ribu rupiah); 

h. Ketua MKDKI, sebesar Rp23.096.000,00 (dua puluh tiga juta sembilan puluh enam ribu rupiah);

i. WakI Ketua MKDKI, sebesar Rp21.942.000,00 (dua puluh satu juta sembilan ratus empat puluh dua ribu rupiah); 

j. Sekretaris MKDKI, sebesar Rp21,942.000,00 (dua puluh satu juta sembilan ratus empat puluh dua ribu rupiah); dan 

k. Anggota MKDKI, sebesar Rp20.787.000,00 (dua puluh juta tujuh ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah). 

Dalam hal Ketua KKI, Wakil Ketua KKI, Ketua Konsil Kedokteran, Ketua Konsil Kedokteran Gigi, Ketua Divisi Konsil Kedokteran, dan Ketua Divisi Konsil Kedokteran Gigi merangkap sebagai Anggota KKI maka diberikan satu ienis Hak Keuangan yang nilainya paling besar. 

Dalam hal Ketua MKDKI, Wakil Ketua MKDKI, dan Sekretaris MKDKI merangkap sebagai Anggota MKDKI maka diberikan satu jenis Hak Keuangan yang nilainya paling besar. 

Hak Keuangan tersebut diatas dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fasilitas bagi Pimpinan dan ,Anggota KKI serta Pimpinan dan Anggota MKDKI terdiri atas: 

a. biaya perjalanan dinas, dan

b. jaminan sosial.

Biaya perjalanan dinas bagi Pimpinan dan Anggota KKI serta Pimpinan dan Anggota MKDKI diberikan dengan ketentuan sebagai berikut: 

a. Ketua KKI diberikan biaya perjalanan dinas setara dengan biaya perjalanan dinas Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan; dan 

b. Wakil Ketua KKI, Ketua Konsil Kedokteran, Ketua Konsil Kedokteran Gigi, Ketua Divisi Konsil Kedokteran, Ketua Divisi Konsil Kedokteran Gigi, Anggota KKI, Ketua MKDKI, Wakil Ketua MKDKI, Sekretaris MKDKI, dan Anggota MKDKI diberikan biaya perjalanan dinas setara dengan biaya perjalanan dinas Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. 

Penggunaan biaya perjalanan dinas dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Jaminan sosial berupa Jaminan Kesehatan bagi Pimpinan dan Anggota KKI serta Pimpinan dan Anggota MKDKI diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang jaminan sosial nasional. 

Jaminan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi Pimpinan dan Anggota KKI serta Pimpinan dan Anggota MKDKI  diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara.

Hak Keuangan dan Fasilitas ini diberikan kepada Pimpinan dan Anggota KKI serta Pimpinan dan Anggota MKDKI sejak Peraturan Presiden ini berlaku, yakni sejak tanggal 11 April 2022.

Pemberian Hak Keuangan dan Fasilitas bagi Pimpinan dan Anggota KKI serta Pimpinan dan Anggota MKDKI dihentikan apabila: 

a. Pimpinan dan/atau Anggota KKI serta Pimpinan dan/ atau Anggota MKDKI berhenti dan/ atau diberhentikan dari jabatannya; dan/atau 

b. Pimpinan dan/ atau Anggota KKI serta Pimpinan dan/atau Anggota MKDKI mengalami hal lain yang mengakibatkan pemberian Hak Keuangan dan Fasilitas dihentikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk melihat dan mendownload Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2022 dapat melalui link dibawah ini 👇

DOWNLOAD FILE

===============================

Informasi Lainnya dari Blog Coesmana Family.

Apabila Anda menyukai informasi seputar kesehatan alami dari manfaat tanaman seperti buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, silahkan luangkan waktu untuk membaca artikelnya dalam blog ini pada kumpulan artikel Kesehatandiantaranya adalah artikel :

Oh ya dalam blog ini juga kami menyediakan beberapa resepi masakan yang dapat dijadikan referensi anda sekalian penggemar kuliner yang dapat dicoba untuk disajikan bersama keluarga tercinta sambil menikmati waktu istirahat setelah seharian bekerja, pada kumpulan artikel Kuliner.

Posting Komentar untuk "Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2022 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Bagi Konsil dan Majelis Kehormatan Kedokteran"