PermenPANRB 38 Tahun 2017 Level 3: Deskripsi dan Indikator Kompetensi ASN - Coesmana Family
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PermenPANRB 38 Tahun 2017 Level 3: Deskripsi dan Indikator Kompetensi ASN

ermenPANRB 38 Tahun 2017 Level 3 dan kompetensi ASN
Gambaran kompetensi ASN Level 3 berdasarkan PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017, meliputi integritas, kerja sama, komunikasi, pengambilan keputusan, hingga perekat bangsa.

PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017 Level 3: Deskripsi dan Indikator Kompetensi ASN

PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara mengatur standar kompetensi yang diperlukan dalam pelaksanaan jabatan ASN. Salah satu bagian penting dalam peraturan ini adalah pengaturan tingkat atau level penguasaan kompetensi.

PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017 membagi tingkat penguasaan kompetensi menjadi 5 level, yaitu Level 1 sampai Level 5. Masing-masing level menunjukkan tingkat kemampuan, tanggung jawab, kompleksitas pekerjaan, serta perilaku yang berbeda.

Artikel ini secara khusus membahas Level 3, termasuk deskripsi Level 3 dan indikator perilaku pada 9 kompetensi ASN yang terdiri atas 8 kompetensi manajerial dan 1 kompetensi sosial kultural.

Pembahasan ini dapat menjadi referensi bagi ASN yang sedang mempelajari kompetensi Level 3, uji kompetensi ASN, asesmen kompetensi, standar kompetensi jabatan, maupun persiapan pengembangan karier.

Apa Itu Level 3 dalam PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017?

Dalam PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017, Level 3 disebut tingkat Menengah atau Intermediate.

Secara umum, Level 3 menunjukkan kemampuan yang sudah lebih tinggi dibandingkan kemampuan dasar. Seseorang pada level ini tidak lagi sekadar menjalankan pekerjaan berdasarkan prosedur yang sudah baku, tetapi sudah mampu menganalisis informasi, memilih metode penyelesaian masalah, bekerja secara mandiri, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan kelompok atau tim.

Ada lima karakteristik utama Level 3.

1. Mampu menangani tugas yang lebih spesifik

ASN pada Level 3 mampu melakukan tugas teknis yang lebih spesifik dan menggunakan informasi yang tersedia untuk memahami permasalahan yang muncul.

Artinya, ketika menghadapi persoalan dalam pekerjaan, ASN tidak selalu harus menunggu petunjuk terperinci dari atasan.

Ia sudah memiliki kemampuan untuk melihat masalah, menganalisis informasi yang tersedia dalam lingkup tugasnya, kemudian menentukan pilihan metode penyelesaian yang sesuai.

2. Mampu bekerja tanpa pengawasan langsung

Level 3 menunjukkan bahwa ASN sudah memahami prinsip teori dan praktik yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Karena itu, pekerjaan dapat dilaksanakan tanpa bantuan atau pengawasan langsung secara terus-menerus.

Kecepatan dan ketepatan penyelesaian pekerjaan juga menjadi bagian penting dari penguasaan kompetensi pada level ini.

3. Memiliki kepercayaan diri dan kelancaran dalam bekerja

ASN Level 3 diharapkan sudah memiliki kepercayaan diri dalam melaksanakan pekerjaan.

Kemampuan tersebut terlihat dari kelancaran, ketangkasan, dan kecakapan dalam praktik pekerjaan teknis.

4. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tingkat menengah

Penguasaan kompetensi Level 3 membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi daripada kompetensi dasar.

PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017 mengategorikannya sebagai pengetahuan dan keterampilan yang membutuhkan pelatihan tingkat menengah.

5. Dapat bertanggung jawab terhadap pekerjaan tim

Ini menjadi salah satu pembeda penting Level 3.

ASN tidak hanya bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri, tetapi juga dapat diberikan tanggung jawab atas pekerjaan kelompok atau tim.

Dengan demikian, Level 3 dapat dipahami sebagai tahap ketika ASN mulai dituntut memiliki kemampuan mengelola pekerjaan bersama orang lain, bukan sekadar menyelesaikan tugas pribadi.


9 Kompetensi Level 3 dalam PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017

Dalam standar kompetensi ASN, terdapat 8 kompetensi manajerial, yaitu:

  1. Integritas

  2. Kerja Sama

  3. Komunikasi

  4. Orientasi pada Hasil

  5. Pelayanan Publik

  6. Pengembangan Diri dan Orang Lain

  7. Mengelola Perubahan

  8. Pengambilan Keputusan

Selain itu terdapat satu kompetensi sosial kultural, yaitu:

  1. Perekat Bangsa

Kesembilan kompetensi tersebut memiliki deskripsi dan indikator perilaku Level 3 yang berbeda.


1. Integritas Level 3

Deskripsi Level 3

Pada Level 3, integritas berfokus pada kemampuan memastikan dan menanamkan keyakinan bersama agar anggota yang dipimpin bertindak sesuai nilai, norma, dan etika organisasi dalam lingkup formal.

Jadi, integritas Level 3 tidak lagi hanya berbicara mengenai perilaku pribadi.

ASN mulai dituntut mampu memastikan anggota yang dipimpinnya juga menjaga nilai, norma, dan etika organisasi.

Indikator perilaku Integritas Level 3

3.1. Memastikan anggota yang dipimpin bertindak sesuai nilai, norma, dan etika organisasi dalam segala situasi dan kondisi.

Artinya, ASN harus mampu memastikan bahwa anggota tim tetap berperilaku sesuai aturan dan etika organisasi, bukan hanya ketika diawasi.

Contohnya, ketika terjadi tekanan pekerjaan, konflik kepentingan, atau situasi yang sulit, anggota tim tetap diarahkan untuk menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan.

3.2. Memberikan apresiasi dan teguran kepada anggota yang dipimpin agar bertindak selaras dengan nilai, norma, dan etika organisasi.

Pada indikator ini, seorang pemimpin atau ASN Level 3 harus mampu memberikan respons terhadap perilaku anggota tim.

Jika anggota menunjukkan perilaku yang baik, dapat diberikan apresiasi.

Sebaliknya, jika terdapat perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan etika organisasi, perlu diberikan teguran secara tepat.

3.3. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan sikap integritas di dalam unit kerja yang dipimpin.

Artinya, penerapan integritas tidak cukup hanya disampaikan melalui arahan.

Pelaksanaannya perlu dipantau dan dievaluasi.

Inti Integritas Level 3

Menjadi contoh sekaligus memastikan integritas diterapkan oleh anggota tim.


2. Kerja Sama Level 3

Deskripsi Level 3

Kerja sama Level 3 berfokus pada kemampuan membangun tim kerja secara efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Jadi, kerja sama pada Level 3 sudah berada pada tahap pengelolaan tim.

ASN perlu memahami siapa yang memiliki kekuatan tertentu, siapa yang membutuhkan dukungan, bagaimana membagi pekerjaan, serta bagaimana mengatasi hambatan dalam pekerjaan kelompok.

Indikator perilaku Kerja Sama Level 3

3.1. Melihat kekuatan dan kelemahan anggota tim, membentuk tim yang tepat, mengantisipasi hambatan, dan mencari solusi yang optimal.

ASN perlu memahami kemampuan masing-masing anggota.

Misalnya, anggota tertentu memiliki kemampuan analisis yang baik, sementara anggota lain lebih kuat dalam komunikasi atau administrasi.

Pemahaman tersebut dapat digunakan untuk membentuk pembagian tugas yang lebih tepat.

3.2. Mengutamakan pengambilan keputusan berdasarkan usulan anggota tim dan bernegosiasi secara efektif untuk menyelesaikan target kerja kelompok atau unit kerja.

Level 3 tidak berarti pemimpin mengambil semua keputusan sendiri.

Masukan anggota tim perlu dipertimbangkan.

Ketika terdapat perbedaan pendapat, diperlukan kemampuan bernegosiasi agar pekerjaan tetap berjalan dan target dapat dicapai.

3.3. Membangun aliansi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung penyelesaian target kerja kelompok.

Kerja sama tidak selalu berhenti di dalam tim.

ASN juga perlu membangun hubungan dengan pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan sehingga target kelompok dapat diselesaikan dengan lebih efektif.

Inti Kerja Sama Level 3

Mampu membangun dan mengelola tim agar bekerja secara efektif untuk mencapai target.


3. Komunikasi Level 3

Deskripsi Level 3

Komunikasi Level 3 menuntut kemampuan berkomunikasi secara asertif, baik secara lisan maupun tertulis, terutama ketika menyampaikan informasi yang sensitif, rumit, atau kompleks.

Ini berarti ASN harus mampu menyesuaikan cara penyampaian dengan kondisi dan siapa pihak yang menerima informasi.

Indikator perilaku Komunikasi Level 3

3.1. Menyampaikan informasi yang sensitif atau rumit dengan cara dan kondisi yang tepat sehingga dapat dipahami dan diterima pihak lain.

Bukan hanya isi informasi yang penting, tetapi juga cara menyampaikannya.

Informasi yang benar tetapi disampaikan dengan cara yang tidak tepat dapat menimbulkan salah pengertian.

3.2. Menyederhanakan topik yang rumit dan sensitif agar lebih mudah dipahami dan diterima orang lain.

ASN perlu mampu mengubah informasi yang kompleks menjadi penjelasan yang lebih sederhana tanpa menghilangkan substansinya.

3.3. Membuat laporan, naskah, dokumen, proposal, dan surat resmi yang sistematis.

Pada Level 3, kemampuan komunikasi tertulis menjadi lebih kompleks.

Dokumen harus rinci, lengkap, sistematis, dan tidak menimbulkan pemahaman yang berbeda.

Contoh sederhana

Jika sebuah kebijakan baru sulit dipahami pegawai, ASN Level 3 tidak sekadar membacakan aturan tersebut.

Ia mampu menjelaskan:

  • apa yang berubah;

  • mengapa berubah;

  • siapa yang terdampak;

  • apa yang harus dilakukan; dan

  • kapan perubahan mulai diterapkan.

Inti Komunikasi Level 3

Mampu menyampaikan informasi yang sulit dengan cara yang jelas, tepat, dan dapat diterima.


4. Orientasi pada Hasil Level 3

Deskripsi Level 3

Orientasi pada hasil Level 3 berarti mampu menetapkan target kerja yang menantang bagi unit kerja, memberikan apresiasi dan teguran untuk mendorong kinerja.

Level ini menunjukkan bahwa ASN mulai memiliki tanggung jawab terhadap hasil kerja unit, bukan hanya hasil pekerjaan pribadi.

Indikator perilaku Orientasi pada Hasil Level 3

3.1. Menetapkan target kinerja unit yang lebih tinggi dari target yang ditetapkan organisasi.

Target yang ditetapkan unit diarahkan agar dapat mendorong peningkatan kinerja.

3.2. Memberikan apresiasi dan teguran untuk mendorong pencapaian hasil unit kerja.

Apresiasi diberikan untuk memperkuat perilaku dan kinerja yang baik.

Teguran digunakan ketika diperlukan agar kinerja tidak menyimpang dari target.

3.3. Mengembangkan metode kerja yang lebih efektif dan efisien untuk mencapai target unit kerja.

ASN tidak hanya dituntut mengejar target.

Ia juga perlu mencari cara agar target dapat dicapai dengan proses yang lebih efektif dan efisien.

Inti Orientasi pada Hasil Level 3

Menetapkan target, mendorong kinerja tim, dan memperbaiki cara kerja agar hasil lebih optimal.


5. Pelayanan Publik Level 3

Deskripsi Level 3

Pelayanan Publik Level 3 berfokus pada kemampuan memanfaatkan kekuatan kelompok serta memperbaiki standar pelayanan publik dalam lingkup unit kerja.

Kompetensi ini tidak hanya berbicara tentang bersikap ramah kepada masyarakat.

ASN perlu memahami dinamika organisasi, kebutuhan masyarakat, serta bagaimana pelayanan dapat ditingkatkan.

Indikator perilaku Pelayanan Publik Level 3

3.1. Memahami dan mendeskripsikan pengaruh serta hubungan atau kekuatan kelompok dalam organisasi dan dampaknya terhadap unit kerja.

ASN perlu memahami dinamika yang ada di lingkungan organisasi, termasuk hubungan antar kelompok, tetapi tetap menjalankan tugas pemerintahan secara profesional dan netral.

3.2. Menggunakan pemahaman lintas organisasi untuk memfasilitasi kebutuhan kelompok yang lebih besar secara objektif, transparan, dan profesional.

Pelayanan harus tetap mengacu pada standar dan tidak merugikan pihak lain.

3.3. Memantau dan mengevaluasi masalah yang dihadapi masyarakat atau pemangku kepentingan serta mengantisipasi kebutuhan mereka.

Artinya, pelayanan publik perlu bersifat responsif.

ASN tidak hanya menunggu keluhan datang, tetapi berusaha memahami masalah dan kebutuhan masyarakat.

Inti Pelayanan Publik Level 3

Memahami kebutuhan masyarakat, menjaga objektivitas pelayanan, serta memperbaiki kualitas pelayanan di unit kerja.


6. Pengembangan Diri dan Orang Lain Level 3

Deskripsi Level 3

Kompetensi ini pada Level 3 berfokus pada kemampuan memberikan umpan balik dan membimbing.

Artinya, ASN yang memiliki Level 3 tidak hanya memikirkan perkembangan dirinya sendiri.

Ia juga mampu membantu anggota tim berkembang.

Indikator perilaku Pengembangan Diri dan Orang Lain Level 3

3.1. Memberikan tugas yang menantang kepada bawahan sebagai media belajar untuk mengembangkan kemampuan.

Tugas tidak selalu diberikan berdasarkan kemampuan yang sudah dimiliki.

Tugas juga dapat menjadi sarana pembelajaran agar anggota memperoleh pengalaman baru.

3.2. Mengamati pelaksanaan tugas dan memberikan umpan balik yang objektif dan jujur.

Umpan balik harus didasarkan pada pekerjaan yang benar-benar dilakukan, bukan berdasarkan suka atau tidak suka.

Diskusi juga dilakukan untuk memberikan bimbingan yang berguna.

3.3. Mendorong kepercayaan diri dan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berkembang.

ASN Level 3 perlu memberikan ruang bagi anggota tim untuk mengerjakan tugas dengan caranya sendiri selama tetap sesuai tujuan dan ketentuan.

Anggota juga dibantu menemukan peluang pengembangan diri.

Inti Pengembangan Diri dan Orang Lain Level 3

Membimbing, memberikan umpan balik, memberi kepercayaan, dan membuka kesempatan berkembang bagi anggota tim.


7. Mengelola Perubahan Level 3

Deskripsi Level 3

Mengelola Perubahan Level 3 berarti mampu membantu orang lain mengikuti perubahan serta mengantisipasi perubahan secara tepat.

Ini penting karena perubahan dalam pemerintahan dapat berasal dari regulasi baru, sistem digital, perubahan organisasi, kebijakan, maupun tuntutan pelayanan masyarakat.

Indikator perilaku Mengelola Perubahan Level 3

3.1. Membantu orang lain dalam melakukan perubahan.

ASN tidak hanya mengikuti perubahan untuk dirinya sendiri.

Ia membantu anggota tim memahami dan menjalankan perubahan.

3.2. Menyesuaikan prioritas kerja secara berulang apabila diperlukan.

Ketika kondisi berubah, prioritas pekerjaan dapat berubah.

ASN perlu mampu menyesuaikan pekerjaan tanpa kehilangan fokus terhadap tujuan utama.

3.3. Mengantisipasi perubahan yang dibutuhkan unit kerja secara tepat.

ASN perlu melihat kemungkinan kebutuhan perubahan sebelum masalah menjadi lebih besar.

Selain itu, Level 3 juga menuntut kemampuan memberikan solusi efektif terhadap masalah yang ditimbulkan oleh perubahan.

Inti Mengelola Perubahan Level 3

Membantu tim beradaptasi, menyesuaikan prioritas, mengantisipasi kebutuhan perubahan, dan menyelesaikan masalah akibat perubahan.


8. Pengambilan Keputusan Level 3

Deskripsi Level 3

Pengambilan Keputusan Level 3 berfokus pada kemampuan membandingkan berbagai alternatif serta menyeimbangkan risiko dan kemungkinan keberhasilan dalam pelaksanaannya.

Jadi, keputusan Level 3 tidak dilakukan secara spontan tanpa analisis.

Indikator perilaku Pengambilan Keputusan Level 3

3.1. Membandingkan berbagai alternatif tindakan dan implikasinya.

Sebelum mengambil keputusan, ASN perlu melihat beberapa pilihan yang tersedia.

Masing-masing pilihan kemudian dilihat konsekuensi atau dampaknya.

3.2. Memilih alternatif solusi terbaik berdasarkan analisis data yang sistematis, saksama, dan hati-hati.

Keputusan operasional perlu memiliki dasar.

Data dianalisis secara sistematis sehingga keputusan bukan hanya berdasarkan asumsi pribadi.

3.3. Menyeimbangkan kemungkinan risiko dan keberhasilan dalam implementasi keputusan.

Setiap keputusan mempunyai risiko.

ASN perlu memperhitungkan apakah manfaat yang diharapkan sebanding dengan risiko yang mungkin muncul.

Inti Pengambilan Keputusan Level 3

Membandingkan pilihan, menganalisis data, mempertimbangkan risiko, kemudian memilih solusi terbaik.


9. Perekat Bangsa Level 3

Deskripsi Level 3

Perekat Bangsa merupakan kompetensi sosial kultural.

Pada Level 3, kompetensi ini berfokus pada kemampuan mempromosikan dan mengembangkan sikap toleransi serta persatuan.

Kompetensi ini sangat berkaitan dengan kemampuan ASN bekerja dalam masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman latar belakang, budaya, karakter, dan kepentingan.

Indikator perilaku Perekat Bangsa Level 3

3.1. Mempromosikan sikap menghargai perbedaan serta mendorong toleransi dan keterbukaan.

ASN perlu menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang saling menghargai.

Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kerja sama atau pelayanan.

3.2. Melakukan pemetaan sosial di masyarakat sehingga dapat memberikan respons yang sesuai dengan budaya yang berlaku serta mengidentifikasi potensi kesalahpahaman akibat keragaman budaya.

Artinya, ASN perlu memahami karakteristik sosial masyarakat sebelum menentukan pendekatan.

Cara berkomunikasi atau memberikan pelayanan kepada masyarakat juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya setempat.

3.3. Menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik atau mengurangi dampak negatif konflik maupun potensi konflik.

ASN Level 3 diharapkan mampu membantu menjembatani perbedaan dan mencari penyelesaian yang dapat mengurangi konflik.

Inti Perekat Bangsa Level 3

Menghargai keberagaman, membangun toleransi, memahami kondisi sosial masyarakat, dan membantu menyelesaikan konflik.


Tabel Ringkasan Kompetensi Level 3

No.KompetensiDeskripsi Level 3Fokus Utama
1IntegritasMemastikan dan menanamkan integritas anggota yang dipimpinNilai, norma, etika
2Kerja SamaMembangun tim secara efektif untuk meningkatkan kinerjaTim dan kolaborasi
3KomunikasiMenyampaikan informasi sensitif, rumit, dan kompleksKomunikasi efektif
4Orientasi pada HasilMenetapkan target menantang dan mendorong kinerjaTarget dan hasil
5Pelayanan PublikMemanfaatkan kekuatan kelompok dan memperbaiki pelayananKualitas pelayanan
6Pengembangan Diri dan Orang LainMemberikan umpan balik dan membimbingPengembangan pegawai
7Mengelola PerubahanMembantu orang lain mengikuti dan mengantisipasi perubahanAdaptasi
8Pengambilan KeputusanMembandingkan alternatif dan menyeimbangkan risikoKeputusan berbasis analisis
9Perekat BangsaMempromosikan toleransi dan persatuanKeberagaman dan persatuan

Rincian tersebut bersumber dari Kamus Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosial Kultural pada Lampiran II PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017.

Apa Perbedaan Level 3 dengan Level 2?

Perbedaan Level 2 dan Level 3 dapat dilihat dari tingkat kemandirian, kompleksitas pekerjaan, serta tanggung jawab.

Pada Level 2, ASN sudah mampu melaksanakan pekerjaan dengan alat, prosedur, dan metode kerja yang baku tanpa bantuan atau pengawasan langsung. ASN juga dapat membantu pekerjaan orang lain untuk tugas teknis sederhana.

Sementara itu, Level 3 sudah menuntut kemampuan melakukan tugas yang lebih spesifik, menganalisis informasi, memilih metode penyelesaian masalah, bekerja dengan lebih lancar dan mandiri, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan kelompok atau tim.

Dengan sederhana:

Level 2:
"Mampu melaksanakan pekerjaan."

Level 3:
"Mampu menganalisis, memilih cara penyelesaian, menyelesaikan pekerjaan secara mandiri, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan tim."

Bagaimana Memahami Level 3 untuk Persiapan Uji Kompetensi?

Jika Level 3 digunakan sebagai standar dalam suatu penilaian kompetensi, jangan hanya menghafalkan nama kompetensinya.

Yang perlu dipahami adalah perilaku yang menunjukkan penguasaan Level 3.

Misalnya:

Integritas

Jangan hanya menjawab:

"Saya selalu menjaga integritas."

Jawaban yang lebih menggambarkan Level 3 adalah menjelaskan bagaimana Anda memastikan anggota tim mengikuti aturan, memberikan apresiasi atau teguran, serta melakukan monitoring dan evaluasi.

Kerja Sama

Jangan hanya mengatakan:

"Saya bisa bekerja sama dengan tim."

Tetapi tunjukkan bagaimana Anda memahami kekuatan anggota, membentuk tim, mengantisipasi hambatan, menyelesaikan perbedaan pendapat, dan membangun dukungan dengan pihak terkait.

Pengambilan Keputusan

Jangan hanya mengatakan:

"Saya mengambil keputusan berdasarkan data."

Jelaskan bahwa Anda membandingkan beberapa alternatif, menganalisis dampaknya, mempertimbangkan risiko, kemudian memilih solusi yang paling tepat.

Dengan demikian, jawaban atau pengalaman yang diberikan lebih menunjukkan karakteristik Level 3.

Kesimpulan

PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017 Level 3 menggambarkan kompetensi tingkat menengah atau intermediate. Pada tingkat ini, ASN sudah dituntut bekerja secara mandiri, mampu menganalisis informasi dan permasalahan, memilih metode penyelesaian yang tepat, serta dapat diberikan tanggung jawab atas pekerjaan kelompok atau tim.

Pada kompetensi manajerial, Level 3 mencakup:

  • Integritas: memastikan anggota menerapkan nilai, norma, dan etika;

  • Kerja Sama: membangun tim yang efektif;

  • Komunikasi: menyampaikan informasi yang sensitif, rumit, dan kompleks;

  • Orientasi pada Hasil: menetapkan target dan meningkatkan efektivitas kerja;

  • Pelayanan Publik: memperbaiki standar pelayanan dan memahami kebutuhan masyarakat;

  • Pengembangan Diri dan Orang Lain: membimbing dan memberikan umpan balik;

  • Mengelola Perubahan: membantu orang lain beradaptasi dan mengantisipasi perubahan;

  • Pengambilan Keputusan: membandingkan alternatif dan mempertimbangkan risiko.

Sementara itu, kompetensi sosial kultural Perekat Bangsa Level 3 menekankan kemampuan mempromosikan toleransi, menghargai perbedaan, memahami kondisi sosial masyarakat, serta membantu menyelesaikan atau mengurangi dampak konflik.

Dengan memahami deskripsi dan indikator perilaku 3.1, 3.2, dan 3.3 pada setiap kompetensi, ASN akan lebih mudah memahami apa yang sebenarnya dimaksud dengan kompetensi Level 3 dan bagaimana perilaku tersebut dapat terlihat dalam pekerjaan sehari-hari.

Untuk melihat PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017 dapat melalui link download dibawah ini👇.

DOWNLOAD

Catatan: Artikel ini merupakan rangkuman dan penjelasan praktis berdasarkan PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017. Untuk kebutuhan hukum atau penilaian resmi, tetap gunakan naskah peraturan dan standar kompetensi jabatan yang berlaku sebagai rujukan utama. PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017 tercatat berstatus berlaku pada JDIH Kementerian PANRB dan Database Peraturan BPK.

Sumber:
JDIH Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Database Peraturan BPK; Lampiran II PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017.