BerAKHLAK dan Kinerja ASN: Apa Hubungannya? - Coesmana Family
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BerAKHLAK dan Kinerja ASN: Apa Hubungannya?

 

ASN bekerja profesional dengan menerapkan nilai BerAKHLAK
Nilai BerAKHLAK menjadi bagian dari budaya kerja ASN dan mendukung pelaksanaan tugas serta pencapaian tujuan organisasi.

BerAKHLAK dan Kinerja ASN: Apa Hubungannya?

BerAKHLAK bukan sekadar nilai budaya kerja. Penerapannya juga berkaitan dengan bagaimana ASN melaksanakan tugas, mencapai hasil kerja, memberikan pelayanan, dan mendukung tujuan organisasi.

Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), istilah BerAKHLAK sudah menjadi bagian penting dalam budaya kerja pemerintahan.

BerAKHLAK merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Nilai-nilai tersebut ditetapkan sebagai core values ASN melalui Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021 tentang Implementasi Core Values dan Employer Branding ASN. Dokumen tersebut tercatat berstatus berlaku pada JDIH Kementerian PANRB.

Lalu, apa hubungannya BerAKHLAK dengan kinerja ASN?

Apakah ASN yang menerapkan BerAKHLAK otomatis memiliki kinerja yang baik?

Jawabannya perlu dipahami dengan tepat.

Apa Itu BerAKHLAK?

BerAKHLAK merupakan tujuh nilai dasar ASN yang terdiri atas:

  • Berorientasi Pelayanan

  • Akuntabel

  • Kompeten

  • Harmonis

  • Loyal

  • Adaptif

  • Kolaboratif

Kementerian PANRB menjelaskan bahwa BerAKHLAK menjadi fondasi dalam penguatan budaya kerja ASN yang profesional. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi bagian dari perilaku ASN dalam melaksanakan tugas.

Sementara itu, employer branding ASN adalah “Bangga Melayani Bangsa.”

Dengan demikian, BerAKHLAK berkaitan erat dengan bagaimana ASN menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari pemerintahan.


Apa Hubungan BerAKHLAK dengan Kinerja ASN?

Hubungannya dapat dilihat dari cara ASN mencapai hasil kerja.

Kinerja ASN tidak hanya berkaitan dengan apakah suatu pekerjaan selesai atau target tercapai. Dalam menjalankan pekerjaan, ASN juga perlu menunjukkan perilaku kerja yang sesuai dengan nilai dasar organisasi dan ketentuan yang berlaku.

BKN menjelaskan bahwa nilai dasar BerAKHLAK menjadi dasar penguatan budaya kerja di instansi pemerintah untuk mendukung pencapaian kinerja individu dan tujuan organisasi atau instansi.

Artinya, BerAKHLAK dapat menjadi fondasi budaya kerja yang mendukung kinerja.

Sederhananya:

BerAKHLAK → membentuk perilaku kerja → mendukung pelaksanaan tugas → membantu pencapaian kinerja → mendukung tujuan organisasi.

Jadi, BerAKHLAK bukan pengganti target kinerja, tetapi menjadi nilai yang membimbing bagaimana ASN bekerja dalam mencapai target tersebut.


1. Berorientasi Pelayanan Mendukung Kualitas Kinerja

ASN memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, nilai Berorientasi Pelayanan memiliki hubungan yang sangat jelas dengan kualitas pekerjaan ASN.

Nilai ini mencakup komitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat.

Contoh penerapannya antara lain:

  • memahami kebutuhan masyarakat;

  • memberikan pelayanan dengan ramah;

  • memberikan informasi yang jelas;

  • berusaha memberikan solusi sesuai kewenangan;

  • melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.

Kinerja seorang ASN yang bekerja di unit pelayanan tentu tidak hanya dilihat dari jumlah layanan yang diselesaikan.

Kualitas pelayanan juga menjadi bagian penting dari hasil kerja.

Misalnya, dua pegawai sama-sama menyelesaikan sejumlah permohonan pelayanan.

Namun, pegawai yang memberikan informasi secara jelas, membantu masyarakat memahami prosedur, dan merespons dengan baik menunjukkan perilaku yang lebih sesuai dengan nilai Berorientasi Pelayanan.


2. Akuntabel Membentuk Kinerja yang Dapat Dipertanggungjawabkan

Kinerja yang baik harus dapat dipertanggungjawabkan.

Di sinilah nilai Akuntabel memiliki hubungan yang kuat dengan pelaksanaan tugas ASN.

Akuntabel berarti bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.

Dalam pekerjaan sehari-hari, penerapannya dapat terlihat dari:

  • menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab;

  • bekerja secara jujur;

  • menggunakan sumber daya organisasi secara tepat;

  • membuat laporan sesuai kondisi sebenarnya;

  • menaati ketentuan;

  • tidak menyalahgunakan kewenangan.

Pekerjaan yang selesai tetapi prosesnya tidak dapat dipertanggungjawabkan tentu bukan contoh kinerja yang baik.

Karena itu, hasil kerja dan tanggung jawab atas proses kerja perlu berjalan bersama.


3. Kompeten Membantu ASN Menghasilkan Pekerjaan Berkualitas

Perubahan teknologi, regulasi, dan tuntutan pelayanan membuat ASN perlu terus meningkatkan kemampuan.

Nilai Kompeten mendorong ASN untuk terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.

Dalam praktiknya, ASN dapat:

  • mengikuti pelatihan;

  • mempelajari regulasi terbaru;

  • meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi;

  • berbagi pengetahuan dengan rekan kerja;

  • memperbaiki kualitas hasil pekerjaan.

Kinerja yang baik membutuhkan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

Karena itu, ASN yang terus belajar memiliki peluang lebih besar untuk mampu menghadapi perubahan dan menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik.

BKN juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kinerja ASN dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.


4. Harmonis Membantu Menciptakan Lingkungan Kerja yang Kondusif

Pekerjaan pemerintahan hampir selalu melibatkan kerja bersama.

Karena itu, hubungan antarpegawai juga dapat memengaruhi kelancaran pekerjaan.

Nilai Harmonis mendorong ASN untuk saling peduli dan menghargai perbedaan.

Contohnya:

  • menghargai pendapat rekan kerja;

  • tidak merendahkan orang lain;

  • membantu rekan yang membutuhkan;

  • menjaga komunikasi;

  • menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Bayangkan sebuah pekerjaan yang membutuhkan beberapa pegawai dari bidang berbeda.

Jika komunikasi berjalan buruk, pekerjaan dapat terhambat meskipun masing-masing pegawai memiliki kemampuan yang baik.

Sebaliknya, lingkungan kerja yang saling menghargai dapat membantu pekerjaan berjalan lebih lancar.


5. Loyal Menjaga ASN Tetap Berpegang pada Kepentingan Bangsa dan Negara

Nilai Loyal berkaitan dengan dedikasi dan pengutamaan kepentingan bangsa dan negara.

Dalam menjalankan pekerjaan, ASN perlu memegang teguh Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pemerintahan yang sah sesuai panduan perilaku yang ditetapkan.

Loyalitas juga berkaitan dengan menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara serta menjaga rahasia jabatan dan negara sesuai ketentuan.

Dalam konteks kinerja, nilai ini membantu memastikan bahwa pekerjaan ASN dilaksanakan dengan orientasi pada kepentingan organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara, bukan semata-mata kepentingan pribadi.


6. Adaptif Membantu ASN Menghadapi Perubahan

Dunia kerja pemerintahan terus berubah.

Digitalisasi layanan, perubahan regulasi, tuntutan masyarakat, dan perkembangan teknologi membuat ASN perlu memiliki kemampuan beradaptasi.

Nilai Adaptif mendorong ASN untuk:

  • cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan;

  • terus berinovasi;

  • mengembangkan kreativitas;

  • bersikap proaktif.

Contohnya, ketika suatu layanan mulai menggunakan sistem digital, ASN perlu mempelajari sistem tersebut dan membantu memastikan pelayanan tetap berjalan dengan baik.

Tidak cukup hanya mengatakan, “Dulu kita menggunakan cara seperti ini.”

ASN perlu bertanya:

“Bagaimana cara baru ini dapat digunakan dengan lebih baik dan tetap sesuai ketentuan?”

Kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting ketika organisasi melakukan perubahan cara kerja.


7. Kolaboratif Membantu Mencapai Target Bersama

Tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan oleh satu pegawai atau satu bidang.

Program pemerintah sering melibatkan beberapa unit kerja, bahkan dapat membutuhkan koordinasi dengan instansi lain dan masyarakat.

Karena itu, nilai Kolaboratif sangat berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi.

Penerapannya dapat dilakukan dengan:

  • terbuka terhadap kerja sama;

  • menghargai kontribusi pihak lain;

  • berbagi informasi sesuai kewenangan;

  • melibatkan pihak terkait;

  • mengutamakan tujuan bersama.

Kolaborasi yang baik dapat membantu mengurangi pekerjaan yang berjalan sendiri-sendiri dan meningkatkan koordinasi antarunit.


Apakah BerAKHLAK Merupakan Penilaian Kinerja ASN?

Ini bagian yang penting untuk dipahami.

BerAKHLAK bukan berarti tujuh nilai tersebut menjadi pengganti target atau sasaran kinerja ASN.

Dalam pengelolaan kinerja ASN, terdapat mekanisme tersendiri mengenai perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kinerja.

BKN menyediakan berbagai panduan terkait manajemen kinerja, termasuk penyusunan dan evaluasi kinerja, indikator kinerja, cascading kinerja, pohon kinerja, dan dialog kinerja.

Sementara BerAKHLAK berfungsi sebagai nilai dasar dan budaya kerja yang menjadi pedoman perilaku ASN.

Karena itu, keduanya sebaiknya tidak dipertentangkan.

Lebih tepat jika dipahami seperti ini:

Kinerja menjelaskan apa yang harus dicapai, sedangkan nilai BerAKHLAK membantu membentuk bagaimana ASN menjalankan pekerjaannya untuk mencapai tujuan tersebut.

Tentu pelaksanaan konkret tetap mengikuti sistem dan ketentuan manajemen kinerja yang berlaku pada instansi masing-masing.


Contoh Sederhana Hubungan BerAKHLAK dan Kinerja

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana.

Seorang ASN mendapat tugas menyelesaikan pelayanan administrasi masyarakat.

Target pekerjaannya

Menyelesaikan pelayanan sesuai target dan ketentuan yang berlaku.

Nilai BerAKHLAK yang diterapkan

Berorientasi Pelayanan
Memberikan informasi dengan jelas dan membantu masyarakat memahami proses pelayanan.

Akuntabel
Memproses dokumen sesuai prosedur dan dapat mempertanggungjawabkan pekerjaan.

Kompeten
Memahami aturan dan sistem pelayanan yang digunakan.

Harmonis
Berkomunikasi dengan baik dengan masyarakat dan rekan kerja.

Loyal
Menjalankan tugas sesuai ketentuan dan menjaga informasi yang harus dilindungi.

Adaptif
Mampu menggunakan sistem atau prosedur baru.

Kolaboratif
Berkoordinasi dengan pegawai atau unit lain jika pelayanan membutuhkan proses lanjutan.

Dari contoh tersebut terlihat bahwa satu pekerjaan dapat sekaligus mencerminkan beberapa nilai BerAKHLAK.


BerAKHLAK dan Kinerja: Bukan Sekadar Mengejar Target

Kinerja ASN memang penting.

Namun, pencapaian target tidak seharusnya membuat nilai-nilai dasar ASN diabaikan.

Misalnya, sebuah pekerjaan dapat selesai dengan cepat.

Tetapi jika dilakukan tanpa ketelitian, tidak sesuai prosedur, tidak dapat dipertanggungjawabkan, atau menyebabkan masyarakat mendapatkan informasi yang keliru, maka kualitas pelaksanaan pekerjaan tetap perlu diperhatikan.

Sebaliknya, ASN perlu berusaha mencapai hasil kerja dengan tetap menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai BerAKHLAK.

Inilah alasan mengapa BerAKHLAK diposisikan sebagai bagian dari penguatan budaya kerja.

Kementerian PANRB menekankan bahwa BerAKHLAK diharapkan menjadi fondasi budaya kerja ASN yang profesional dan solid, bukan sekadar slogan.


Bagaimana ASN Menerapkan BerAKHLAK untuk Mendukung Kinerja?

Penerapannya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Sebelum bekerja

Pahami tugas, target, dan tanggung jawab yang diberikan.

Saat bekerja

Kerjakan tugas dengan teliti, disiplin, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan.

Saat menghadapi masalah

Jangan hanya mencari siapa yang salah. Cari solusi sesuai kewenangan dan lakukan koordinasi jika diperlukan.

Saat terjadi perubahan

Pelajari perubahan tersebut dan sesuaikan cara kerja secara tepat.

Saat bekerja bersama

Hargai kontribusi rekan kerja dan terbuka terhadap kolaborasi.

Setelah pekerjaan selesai

Evaluasi hasil pekerjaan dan cari bagian yang masih dapat diperbaiki.

Kebiasaan sederhana seperti ini membantu nilai BerAKHLAK hadir dalam aktivitas kerja sehari-hari.


Mengapa BerAKHLAK Penting bagi Organisasi Pemerintah?

Setiap ASN merupakan bagian dari organisasi.

Artinya, perilaku individu dapat berkontribusi terhadap budaya kerja organisasi.

BKN menyebutkan bahwa setiap perilaku pegawai berkontribusi dalam mewujudkan kinerja organisasi.

Jika nilai pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, keharmonisan, loyalitas, adaptasi, dan kolaborasi diterapkan secara konsisten, nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja.

Dengan demikian, BerAKHLAK bukan hanya persoalan individu.

Budaya kerja organisasi juga terbentuk dari perilaku orang-orang yang bekerja di dalamnya.


Kesimpulan

BerAKHLAK dan kinerja ASN memiliki hubungan yang erat, tetapi keduanya bukan hal yang sama.

Kinerja berkaitan dengan pencapaian tugas dan tujuan organisasi, sedangkan BerAKHLAK menjadi nilai dasar yang membimbing perilaku ASN dalam melaksanakan tugas tersebut.

Berorientasi Pelayanan membantu ASN memberikan pelayanan yang lebih baik.

Akuntabel mendorong tanggung jawab dan integritas.

Kompeten mendorong peningkatan kemampuan.

Harmonis membantu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Loyal menjaga dedikasi terhadap bangsa dan negara.

Adaptif membantu ASN menghadapi perubahan.

Kolaboratif memperkuat kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Pada akhirnya, ASN tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga perlu menjalankan pekerjaan dengan cara yang bertanggung jawab, profesional, dan sesuai nilai dasar ASN.

BerAKHLAK bukan sekadar slogan. Ketika diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, nilai tersebut menjadi bagian dari budaya kerja yang mendukung pencapaian kinerja individu dan tujuan organisasi.


Sumber Resmi

  • Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 tentang Implementasi Core Values dan Employer Branding ASN — JDIH Kementerian PANRB.

  • KMS Manajemen ASN BKN — ASN BerAKHLAK.

  • BKN — Kinerja ASN dan Sistem Manajemen Kinerja.

  • Kementerian PANRB — Gebrakan Budaya Kerja ASN dengan BerAKHLAK dan Bangga Melayani Bangsa.