Bunga Telang: 5 Potensi Manfaat, Kandungan, dan Cara Mengolahnya
![]() |
| Bunga telang (Clitoria ternatea L.), tanaman merambat dengan bunga biru alami yang dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal dan pewarna pangan. |
Bunga Telang: Mengenal Konten, Potensi Manfaat, dan Cara Mengolahnya
Pernah melihat secangkir minuman berwarna biru alami yang berubah menjadi ungu setelah diberi peran jeruk nipis?
Warna cantik tersebut berasal dari bunga telang, tanaman yang semakin populer sebagai bahan minuman herbal dan pewarna alami makanan.
Bunga telang bukan sekedar tanaman hias. Di balik kelopak birunya, terdapat berbagai senyawa alami, terutama antosianin, yang menarik perhatian para peneliti karena aktivitas antioksidannya.
Di Indonesia, bunga telang cukup mudah ditemukan dan dapat ditanam di pekarangan rumah. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman penghias, bunganya juga sering diolah menjadi teh herbal, minuman segar, dan pewarna alami.
Lalu, apa saja kandungan bunga telang? Bukankah tanaman ini memiliki potensi untuk mendukung kesehatan tubuh?
Mari mengenalnya lebih jauh dalam Seri 100 Tanaman Biofarmaka Rumah Kreatif hari ke-39.
1. Mengenal Tanaman Bunga Telang
Bunga telang memiliki nama ilmiah Clitoria ternatea L. dan termasuk dalam keluarga Fabaceae atau suku polong-polongan.
Tanaman ini dikenal dengan beberapa nama, seperti kembang telang, butterfly pea, dan blue pea.
Bunga telang merupakan tanaman merambat yang dapat tumbuh di wilayah tropis. Ciri khasnya adalah bunga berwarna biru cerah, meskipun terdapat pula varietas dengan warna putih dan beberapa variasi warna lainnya.
Beberapa ciri bunga telang antara lain:
- Memiliki batang merambat dan dapat tumbuh dengan bantuan penyangga.
- Daunnya berbentuk lonjong dan tersusun berpasangan.
- Bunganya menyerupai kupu-kupu dengan warna mencolok.
- Buahnya berbentuk polong yang berisi biji.
- Dapat tumbuh di pekarangan dengan sinar matahari yang cukup.
Bagian bunga merupakan bagian yang paling populer dimanfaatkan sebagai bahan minuman dan pewarna alami.
2. Kandungan Senyawa Aktif dalam Bunga Telang
Keistimewaan bunga telang terletak pada kandungan senyawa fitokimianya.
Beberapa senyawa yang telah diidentifikasi dalam bunga telang meliputi:
Antosianin (Ternatin)
Ternatin merupakan kelompok pigmen antosianin yang memberikan warna biru khas pada bunga telang. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan dalam berbagai pengujian laboratorium.
Flavonoid
Flavonoid merupakan kelompok senyawa tumbuhan yang banyak diteliti karena aktivitas biologinya, termasuk aktivitas antioksidan.
Fenolik
Senyawa fenolik merupakan kelompok metabolit tumbuhan yang dapat berperan dalam aktivitas antioksidan.
Kaempferol dan Quercetin
Keduanya merupakan senyawa flavonoid yang ditemukan dalam berbagai penelitian fitokimia bunga telang.
Kombinasi senyawa tersebut membuat bunga telang menarik untuk diteliti lebih lanjut sebagai sumber bahan pangan fungsional dan bahan alami.
3. Potensi Manfaat Bunga Telang bagi Kesehatan
Bunga telang memiliki sejumlah potensi manfaat yang sedang diteliti. Namun, penting untuk membedakan hasil pengujian laboratorium, penelitian pada hewan, dan penelitian pada manusia.
Berikut beberapa potensi manfaatnya.
A. Memiliki Aktivitas Antioksidan
Salah satu potensi bunga telang yang paling banyak diteliti adalah aktivitas antioksidannya.
Kandungan antosianin, flavonoid, dan senyawa fenolik dapat menunjukkan kemampuan menangkal radikal bebas dalam pengujian laboratorium.
Antioksidan penting dalam penelitian kesehatan karena radikal bebas yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel.
Meskipun demikian, hasil pengujian laboratorium belum membuktikan bahwa mengonsumsi teh bunga telang dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit pada manusia.
B. Berpotensi Mendukung Pengendalian Gula Darah
Bunga telang juga menarik perhatian peneliti karena kemungkinan pengaruhnya terhadap respons gula darah setelah makan.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Complementary Medicine and Therapies pada tahun 2018 menguji minuman ekstrak bunga telang pada 15 pria sehat.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan respons glukosa dan insulin setelah peserta mengonsumsi minuman yang mengandung bunga telang bersama sukrosa.
Namun, penelitian tersebut berskala kecil dan hanya mengamati efek jangka pendek.
Karena itu, bunga telang belum dapat dianggap sebagai obat diabetes atau pengganti pengobatan medis.
C. Berpotensi Memiliki Aktivitas Antiinflamasi
Beberapa penelitian laboratorium dan penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang memiliki aktivitas yang berkaitan dengan proses peradangan.
Kandungan senyawa flavonoid dan antosianin diduga berperan dalam aktivitas tersebut.
Namun, manfaat antiinflamasi pada manusia masih memerlukan penelitian klinis lebih lanjut.
D. Berpotensi Mendukung Kesehatan Metabolisme
Senyawa bioaktif dalam bunga telang juga sedang diteliti berkaitan dengan metabolisme tubuh.
Beberapa penelitian praklinis menunjukkan aktivitas yang berhubungan dengan metabolisme glukosa dan lemak.
Akan tetapi, belum cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa konsumsi bunga telang dapat menurunkan berat badan atau mengatasi gangguan metabolisme.
E. Menjadi Sumber Pewarna Alami Pangan
Selain potensi kesehatannya, bunga telang memiliki manfaat yang sudah banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pigmen birunya dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk:
- Teh dan minuman herbal.
- Nasi berwarna biru.
- Kue tradisional.
- Puding dan makanan penutup.
- Aneka minuman segar.
Keunikan lainnya, warna seduhan bunga telang dapat berubah menjadi ungu ketika ditambahkan bahan yang bersifat asam, seperti air jeruk nipis.
Perubahan warna ini berkaitan dengan sifat pigmen antosianin yang sensitif terhadap tingkat keasaman atau pH.
4. Cara Mengolah Bunga Telang Menjadi Teh Herbal
Salah satu cara paling sederhana menikmati bunga telang adalah dengan membuat seduhan herbal.
Bahan:
- 5–7 kuntum bunga telang kering.
- 200 ml air panas.
- Madu secukupnya jika diinginkan.
- Perasan jeruk nipis secukupnya jika ingin menghasilkan warna ungu.
Cara membuat:
- Pastikan bunga telang sudah bersih dan berasal dari tanaman yang aman dikonsumsi.
- Masukkan bunga telang ke dalam cangkir.
- Tuangkan air panas.
- Diamkan sekitar 5–10 menit hingga warna biru keluar.
- Saring bunga telang.
- Tambahkan perasan jeruk nipis jika menyukai rasa segar dan perubahan warna menjadi ungu.
Teh bunga telang dapat dinikmati hangat maupun dingin.
Untuk konsumsi sehari-hari, gunakan bunga telang yang bersih dan layak pangan. Tidak perlu menambahkan gula dalam jumlah berlebihan.
5. Cara Menanam Bunga Telang di Pekarangan Rumah
Bunga telang termasuk tanaman yang cukup mudah dibudidayakan di daerah tropis.
Berikut langkah sederhana menanamnya:
1. Persiapkan Biji
Gunakan biji bunga telang yang sudah tua dan berkualitas baik.
2. Siapkan Media Tanam
Gunakan tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase baik.
3. Lakukan Penanaman
Tanam biji pada media tanam dengan kedalaman yang sesuai, kemudian siram secukupnya.
4. Sediakan Penyangga
Karena termasuk tanaman merambat, bunga telang membutuhkan pagar, ajir, atau rambatan agar pertumbuhannya terarah.
5. Perhatikan Penyiraman
Siram secara teratur sesuai kondisi media tanam. Hindari genangan air yang berlebihan.
6. Pastikan Mendapatkan Sinar Matahari
Letakkan tanaman di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup agar pertumbuhan dan pembungaannya optimal.
Dengan perawatan sederhana, bunga telang dapat tumbuh dan menghasilkan bunga yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan minuman maupun pewarna alami.
6. Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Bunga Telang
Walaupun bunga telang telah lama digunakan sebagai bahan pangan tradisional di berbagai wilayah, keamanan penggunaan jangka panjang dan ekstrak dalam dosis tinggi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan bunga telang yang berasal dari tanaman yang tidak terpapar pestisida berbahaya.
- Pastikan bunga bersih dan tidak berjamur.
- Hindari mengonsumsi ekstrak pekat atau suplemen bunga telang tanpa informasi keamanan yang jelas.
- Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakannya sebagai herbal rutin atau dalam bentuk ekstrak.
- Orang yang memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan produk herbal secara teratur.
Penelitian mengenai interaksi bunga telang dengan obat-obatan pada manusia masih terbatas.
Ingat, bahan alami tidak selalu berarti aman untuk semua orang dan dalam setiap jumlah.
7. Bunga Telang, Tanaman Sederhana dengan Potensi Menarik
Bunga telang merupakan salah satu tanaman pekarangan yang memiliki banyak keunikan.
Warnanya yang biru alami membuatnya menarik sebagai pewarna makanan dan minuman. Kandungan antosianin, flavonoid, serta senyawa fenolik juga menjadikannya bahan yang menarik dalam penelitian kesehatan.
Sejumlah penelitian awal menunjukkan potensi aktivitas antioksidan dan pengaruh terhadap respons gula darah. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas sehingga bunga telang tidak boleh dianggap sebagai obat untuk penyakit tertentu.
Kita dapat mengenal dan memanfaatkan bunga telang secara bijak, baik sebagai tanaman hias maupun bahan pangan alami.
Kesimpulan
Tidak semua tanaman bermanfaat harus sulit ditemukan. Bunga telang adalah contoh tanaman sederhana yang dapat tumbuh di pekarangan, memiliki warna alami yang menarik, dan menyimpan potensi untuk terus diteliti.
Dengan mengenali kandungan, cara pemanfaatan, dan batasan keamanannya, kita dapat lebih bijak memanfaatkan kekayaan tanaman Indonesia.
Catatan kesehatan: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi. Bunga telang bukan pengganti obat maupun terapi medis yang diresepkan dokter.
Referensi Ilmiah
- Marpaung, A. M. (2020). Tinjauan manfaat bunga telang (Clitoria ternatea L.) bagi kesehatan manusia. Journal of Functional Food and Nutraceutical, 1(2), 63–85.
- Chusak, C., et al. (2018). Acute effect of Clitoria ternatea flower beverage on glycemic response and antioxidant capacity in healthy subjects: A randomized crossover trial. BMC Complementary and Alternative Medicine, 18, 6.
- Anthocyanins From Clitoria ternatea Flower: Biosynthesis, Extraction, Stability, Antioxidant Activity, and Applications. Frontiers in Plant Science (2021).
Coesmana Family | Berbagi Informasi, Inspirasi, dan Manfaat.
