Mahkota Dewa: Manfaat, Kandungan, dan Cara Menggunakannya dengan Bijak
![]() |
| Mahkota Dewa merupakan salah satu tanaman biofarmaka Indonesia yang memiliki buah berwarna merah saat matang. |
Mahkota Dewa: Mengenal Tanaman Herbal yang Kaya Senyawa Bioaktif dan Perlu Digunakan dengan Bijak
Seri 100 Tanaman Biofarmaka & Herbal Rumah Kreatif – Hari ke-19
Mahkota Dewa merupakan salah satu tanaman yang cukup dikenal dalam pengobatan tradisional Indonesia. Tanaman dengan nama ilmiah Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl. ini memiliki buah berwarna merah ketika matang dan sering ditanam sebagai tanaman obat maupun tanaman pekarangan.
Di balik penampilannya yang menarik, Mahkota Dewa termasuk tanaman yang penggunaannya perlu diperhatikan. Tidak semua bagian tanaman aman dikonsumsi, terutama bagian bijinya.
Mengenal Mahkota Dewa
Mahkota Dewa termasuk famili Thymelaeaceae. Tanaman ini dikenal dengan beberapa nama daerah, antara lain mahkota dewa, makuto dewo, makuto rojo, dan simalakama.
Buahnya menjadi bagian tanaman yang paling sering dibicarakan dalam pemanfaatan tradisional. Sejumlah penelitian juga telah dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa dan potensi biologi dari buah Mahkota Dewa.
Penelitian BRIN yang diterbitkan pada tahun 2025, misalnya, mengidentifikasi sejumlah senyawa bioaktif dalam ekstrak buah Mahkota Dewa, termasuk phalerin dan asam galat. Penelitian tersebut juga menemukan aktivitas sitotoksik pada fraksi tertentu dalam pengujian terhadap sel MCF-7 di laboratorium. Namun hasil penelitian laboratorium seperti ini belum berarti bahwa Mahkota Dewa dapat digunakan sebagai obat kanker pada manusia. Penelitian lanjutan masih diperlukan.
Apa yang Membuat Mahkota Dewa Menarik?
Salah satu hal yang menarik dari Mahkota Dewa adalah kandungan senyawa bioaktifnya.
Beberapa penelitian terhadap buah Mahkota Dewa menunjukkan adanya aktivitas antioksidan pada ekstraknya. Laboratorium penelitian menemukan kemampuan berbagai fraksi ekstrak buah dan kulit biji dalam menangkap radikal bebas melalui pengujian DPPH.
Artinya, Mahkota Dewa memiliki potensi untuk terus diteliti sebagai sumber bahan bioaktif. Namun potensi tersebut berbeda dengan bukti bahwa tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu.
Bagian yang Perlu Diwaspadai: Biji Mahkota Dewa
Ini adalah bagian penting yang tidak boleh dilewatkan ketika membahas Mahkota Dewa.
Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan mengenai toksisitas Mahkota Dewa menemukan adanya efek toksik pada bijinya. Penelitian tersebut membedakan antara daging buah dan biji, sehingga biji Mahkota Dewa tidak boleh dianggap sama dengan daging buahnya.
Oleh karena itu, jangan mengonsumsi biji Mahkota Dewa .
Penggunaan Mahkota Dewa sebagai tanaman herbal juga sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, terutama dalam bentuk ramuan dengan dosis yang tidak jelas.
Bagaimana dengan Klaim Manfaat Mahkota Dewa?
Mahkota Dewa sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan dalam pengobatan tradisional, seperti membantu menjaga kadar gula darah, Kolesterol, tekanan darah, dan berbagai keluhan lainnya.
Namun, klaim tersebut perlu dibedakan antara penggunaan tradisional dan bukti klinis pada manusia .
Beberapa penelitian memang menunjukkan aktivitas biologi tertentu pada ekstrak Mahkota Dewa. Namun, hasil penelitian pada hewan atau di laboratorium tidak otomatis membuktikan efektivitas dan keamanan penggunaan pada manusia.
Oleh karena itu, Mahkota Dewa lebih tepat dikenal sebagai tanaman biofarmaka yang masih terus diteliti , bukan sebagai pengganti obat atau terapi medis.
Tips Mengenal Mahkota Dewa di Rumah
Jika Anda memiliki tanaman Mahkota Dewa di halaman, beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan:
- Kenali tanaman sebelum menggunakannya.
- Jangan mengonsumsi bijinya.
- Jangan menganggap semua bagian tanaman memiliki keamanan yang sama.
- Hindari membuat ramuan dengan takaran yang tidak jelas.
- Jangan mengganti obat dokter dengan ramuan Mahkota Dewa.
- Jika ingin menggunakan produk herbal, pilih produk yang jelas bahan, aturan pakai, dan produsennya.
- Untuk orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Mahkota Dewa Bukan Sekadar Tanaman Hias
Buah Mahkota Dewa yang berwarna merah memang membuat tanaman ini menarik untuk ditanam di pekarangan. Namun, nilai menariknya bukan hanya pada penampilan.
Kandungan senyawa bioaktif dalam buahnya telah menjadi objek berbagai penelitian. Pada saat yang sama, aspek keamanan juga perlu mendapat perhatian, terutama terkait bijinya.
Jadi, mengenal tanaman herbal bukan hanya tentang mencari manfaatnya, tetapi juga memahami bagian tanaman yang digunakan, cara penggunaan, serta batas keamanannya .
Kesimpulan
Mahkota Dewa ( Phaleria macrocarpa ) merupakan salah satu tanaman biofarmaka Indonesia yang menarik untuk dikenal. Buahnya mengandung berbagai senyawa bioaktif yang telah diteliti, termasuk aktivitas antioksidan dan aktivitas biologi tertentu dalam penelitian laboratorium.
Namun, Mahkota Dewa bukan tanaman yang boleh digunakan secara sembarangan. Biji Mahkota Dewa memiliki efek toksik berdasarkan penelitian, sehingga tidak boleh dikonsumsi.
Kenali tanamannya, pahami manfaat dan risikonya, dan gunakan pengetahuan herbal secara bijak.
Seri 100 Tanaman Biofarmaka & Herbal Rumah Kreatif akan berlanjut ke tanaman berikutnya.
Catatan: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti diagnosis, pengobatan, atau saran tenaga kesehatan.
